Sabtu, 02 Januari 2016

takaran obat dengan sendok makan

JANGAN MENAKAR OBAT DENGAN SENDOK DIRUMAH !

Terkadang kita mendapati seseorang menakar obat berbentuk sirup dengan sendok makan di rumah. Hal ini umum terjadi saat orang tersebut membeli obat bebas di apotek di mana obat tersebut tidak disertai sendok obat. Takaran sendok makan dan sendok obat tidaklah sama sehingga bisa menyebabkan kesalahan dosis obat yang diminum.
Contoh kasusnya adalah Ny. X mengeluhkan ngantuk yang sangat berat setelah meminum obat batuk yang ia beli di apotek. Ia meminum obat tersebut 3 sendok makan dengan frekuensi 3 kali sehari. Ia menyangka dosis yang ia gunakan sama dengan dosis yang tertera dalam kemasan, yaitu 3×5 ml 3 kali sehari. Sebenarnya rasa ngantuk yang dialami Ny. X adalah efek samping yang muncul saat dosis obat berlebih.
Perlu diketahui, ada tiga macam sendok yang umum dijadikan patokan dalam menakar obat, yaitu sendok makan, sendok bubur dan sendok teh. Terkadang masih ada obat sirup dan resep yang menggunakan istilah ini. Dalam bahasa Latin, sendok makan (sdm) adalah cochlear (c). 1 sendok makan memuat 15 ml cairan obat. Bahasa Latin sendok bubur adalah cochlear pultis (cp). 1 sendok bubur dapat memuat 8 ml cairan obat. Sedangkan sendok teh (sdt) atau dalam bahasa Latinnya cochlear theae  (cth) dapat memuat cairan obat sebanyak 5 ml.
Semua jenis sendok ini adalah sendok farmasi, tidak sama dengan sendok di rumah. Sendok di rumah ukurannya sangat bervariasi sehingga tidak boleh digunakan untuk menakar obat. Apabila anda mendapat obat cair, ada baiknya anda memeriksa apakah obat tersebut sudah dilengkapi sendok obat atau belum. Jika belum, mintalah sendok obat pada apoteker anda. Semoga lekas sembuh.



Nama : Gede Utama Diatmika Putra
Kelas  :2015 A
NPM   :15700053